Selasa, 13 Desember 2011

4 sifat umum menurut Keith Devis keberhasilan kepemimpinan organisasi

  Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
-         Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
-         Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
-         Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
-         Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya

KEPEMIMPINAN YANG IDEAL

Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain :
  • Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinanorganisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.
  • Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang
  • Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
  • Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
  • Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
  • Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai organisasi.
  • Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalamorganisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.
  • Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.
  • Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalamorganisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.
  • Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya.  Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.
  • Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.
  • Naluri yang Tepat, kemampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
  • Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikatan satu sama lain.
  • Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.
  • Keteladanan, seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.
  • Menjadi Pendengar yang Baik
  • Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisional, temporal dan spatial.
  • Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalamcara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.
  • Ketegasan
  • Keberanian
  • Orientasi Masa Depan
  • Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

TENTANG KEPEMIMPINAN DENGAN KEKUASAAN

Tentang kepemimpinan yang Demokratik
 Menurut Gastil (1994b)
 Dari penelitian terhadap sejumlah kelompok besar dan kecil mendefinisikan kpemimpinan demokratis dengan ciri-ciri sebagai berikut :

·        Adanya distribusi tanggungjawab kepada anggota
·        Mampu mendorong dan meningkatkan kemampuan dan kemauan anggota,dan
·        Membantu dan melancarkan proses pembuatan keputusan oleh kelompok

Kelompok itu sendiri di golongkan sebagai demokratis jika banyak,kebanyakan atau semua anggota nya dapat menjadi pemimpin,dan jika secara teratur ada pertukaran peran antara pemimpin dan anggota.

Menurut Galam dan Moscovici (1995)

Kekuasaan pemimpin dikatakan berasal dari konflik interent kelompok sehingga dibutuhkan tingkat kemampuan tertentu untuk mengkoordinasikan berbagai factor dalam kelompok. Ternyata pada titik kritis (konflik) tertentu terlihat bahwa ada beberapa jenis kekuasaan dalam kepemimpinan kelompok yaitu :
  • Kekuasaan kelembagaan (institusional)
  • Kekuasaan generatif (kesatuan dari berbagai factor)
  • Kekuasaan ekologikal (kekuasaan karena factor lingkungan)
Pada titik tertentu,kekuasaan institusional menghilang digantikan dengan kekuasaan generatif dan ekologikal.

TIPS PERAWATAN LAPTOP ANDA !!

Banyak orang yang tidak mengetahui tentang cara perawatan pada leptop pribadi. Ini merupakan sebab yang akan menimbulkan kerusakan lebih cepat pada leptop. Sebetulnya hal ini mudah untuk melakukan perawatan agar leptop anda dapat tetap terjaga dari kerusakan.
Mungkin ada dua cara yaitu dengan cara perawatan pada software dan perawatan pada hardware. Kalau masalah perawatan pada software, sudah saya kasih caranya pada artikel Tips merawat komputer. Artikel tersebut sama saja dengan perawatan pada software leptop.
Kalau masalah perawatan pada hardware leptop ini agak rumit. Sebab selain ukurannya lebih kecil dan simple dari pada komputer, hardware pada leptop juga rawan dengan kerusakan. Untuk itu mari kita simak hal apa saja yang dapat dilakukan untuk perawatan hardware pada leptop ini :
- Waktu leptop digunakan atau leptop dalam keadaan mode on sebaiknya jangan menggunakan Penutup apapapun termasuk sarung Laptop atau jangan menggunakan leptop diatas karpet atau tempat tidur saat menyala. Hal ini dikarenakan pada bagian bawah leptop terdapat alat pendingin yang menggunakan sirkulasi udara. Jadi jika sirkulasi udara tersebut tertutup dapat menyebabkan leptop rusak.
- Pada umumnya kerusakan pada leptop terjadi pada hard disk dan LCD display/layar. Kerusakan hard disk diakibatkan benturan atau terjatuh. Kerusakan LCD biasanya karena terpapar sinar matahari dan tekanan fisik. Jadi saat kita membawa leptop harus berhati-hati.
- Usahakan kabel yang tedapat pada adaptor leptop selalu rapi. Sehingga saat kita carger leptop tak ada yang tersandung akibat kabel yang tidak rapi.
- Pakaikan pelindung layar dan pelindung keyboard “protector”. Sehingga keyboard akan terjaga selalu dari gangguan luar seperti kemasukan debu atau ketumpahan cairan. Untuk pelindung layar dapat mencegah goresan atau kotor akibat benda asing.
- Untuk masalah batrai, anda lebih baik selalu membawa carger dari pada batrai. Gunakan batrai pada waktu tertentu saja dan jangan sering-sering. Usahakan saat baterai sedang di carger leptop dalam keadaan mati. Sebab semua itu untuk menghindari kerusakan pada batrai, terkadang batrai dapat bocor akibat hal tersebut. Dan satu lagi jangan sering-sering melepas dan memasang batrai terlalu sering. Karena dapat menyebabkan slot batrai pada leptop rusak
1. Bersihkan Wajah Menggunakan Air Dingin. Gunakan air dingin untuk membasuh muka Anda.
2. Sesuaikan Produk Perawatan Wajah. Pilih produk perawatan wajah sesuai cuaca, iklim dan gaya hidup. Misalnya, jika kantor ber-AC gunakan pelembab atau alas bedak yang berbentuk krim. Sebaliknya, jika sering terkena sinar matahari, jangan lupa mengoleskan tabis surya setelah memakai pelembab wajah.
sumber :

Faktor budaya

Faktor budaya

salah satu faktor perantauan masyarakat dari Adat Sumtra Barat.Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini, salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. Dengan sistem ini, penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. Selain itu, setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya, karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya, dan anak-anak.
Para perantau yang pulang ke kampung halaman, biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau, maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih untuk merantau. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. Tidak hanya karena alasan ikut suami, tapi juga karena ingin berdagang, meniti karier dan melanjutkan pendidikan.
Menurut Rudolf M Razek, sosiolog Belanda, dua tipologi budaya Minang, yakni dinamisme dan anti-parokialisme melahirkan jiwa merdeka, kosmopolitan, egaliter, dan berpandangan luas, hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau.Semangat untuk mengubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan, serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu, babuah babungo alun, marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda.

Gelombang rantau

Gelombang rantau
merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7, di mana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi, dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Melayu. Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14, dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara,perlawanan hingga melintasi selat ke Penang dan Negri sembilan Malaysia. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur, juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di meulaboh, Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan AneukJamee Barus, Natal, hingga Bengkulu Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. Mereka menjadi pendukung Kerajaan Goa, sebagai pedagang dan administratur kerajaan. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti, sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18, yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan kerajaan siak
Pada masa penjajahan Hindia-Belanda, migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920, ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang, Sumatra Timur mulai dibuka. Pada masa kemerdekaan, Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa, pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18,7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3,7 kali,dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu.Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia.

Jumat, 09 Desember 2011

LAPORAN INDIVIDU


NAMA           : RESYA BUARI DWI WIDIANI
KELAS             : 3PA01
NPM               : 10509068
UNIVERSITAS GUNADARMA . . .
LAPORAN PEMBUATAN PAPER TENTANG KEBUDAYAAN
a. Tema                    : Kebudayaan Sumatra Barat (Padang)
b. Judul                     : “Penerapan Sistem Matrilineal Dalam Adat Minangkabau ditengah Modernisasi “
c. fenomena           : Sistem Matrilineal Dalam Adat Minangkabau ditengah Modernisasi “
d. Tugas                    : Tugas saya sebagai penyusun laporan dan membuat laporan menjadi   makalah.
e. Kesulitan              : Saya sedikit merasa kesulitan dalam penyusunan laporan ke dalam bentuk makalah. Kesulitan ini di karenakan pengumpulan data yang sedikit di tunda karena terbentur jadwal UTS sehingga menghambat penyusunan.
f. Kelebihan              : saya sangat senang mendapat tugas ini,karena  dapat melatih saya dalam membuat laporan atau menyusun makalah. Dan menambah pengetahuan saya dan selalu ingin memperbaiki dalam penyusunan makalah.
Kelompok kami sudah dalam tahap penyusunan makalah dan penyusunan pertanyaan wawancara dan tahap perjanjian wawancara